Posted by: zackygharaidz | June 1, 2010

Tentara Israel Tembak 12 Relawan Indonesia

Pasukan Angkatan Laut Israel menyerang dan menembak kapal Navi Marmara yang mengangkut tim bantuan kemanusiaan untuk Palestina yang tergabung dalam rombongan Armada Kebebasan” (Freedom Flotilla) di perairan internasional di Jalur Gaza, Palestina, Senin (31/5).

Di antara penumpang kapal nahas tersebut, juga terdapat relawan asal Indonesia. Mereka adalah tim misi kemanusiaan 12 warga Indonesia dari Medical Emergency Rescue Comitte (Mer-C), Suara Hidatullah, dan Kispa.
Dilaporkan, sedikitnya 19 orang tewas dalam aksi biadab militer Israel di pagi itu. Hingga kini masih belum diketahui nasib ke-12 warga Indonesia bersama sektiar 800 relawan dari berbagai bangsa lainnya.
Ikut dalam raombongan enam kapal Freedom Flotilla ini, peraih Nobel Perdamaian 1976 Mairead Corrigan Maguire asal Irlandia Utara, beberapa anggota parlemen Eropa dan seorang korban holocaust yang selamat.
Presidium Mer-C Indonesia, Dr Sarbini Abdul Murad, mengungkapkan, dari 12 relawan asal Indonesia, empat di antaranya adalah relawan Mer-C.
“Hingga kini kami masih belum mengetahui nasib para relawan kemanusiaan itu,” ujarnya di kantornya di Senen Lontar, Jakarta, kemarin petang.
Sedangkan Pimpinan Pusat Hidayatullah Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar mengaku kehilangan kontak dengan dua aktivis Hidayatullah yang ikut dalam rombongan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
“Sejak dikabarkan kapal yang mereka tumpangi diserang oleh pasukan Israel, kami kehilangan kontak. Sebelumnya, saya masih sempat SMS-an. Sampai sekarang saya selalu menghubungi tapi tidak bisa tembus,” ujar Aziz yang juga anggota DPD RI asal Sulsel, tadi malam.
Menurut Aziz, dua aktivis Hidayatullah itu adalah suami-istri. Keduanya memang sejak awal menyatakan siap syahid demi membela hak-hak warga Palestina dari kekejian zionis Israel.
“Saya beberapa bertemu dengan keduanya sebelum berangkat. Mereka berdua memang selalu menyatakan siap syahid di Palestina,” ujar Aziz.
Seorang Wafat

Sekitap pukul 23.00 wita, pihak MER-C, Jose Rizal, melaporkan, seorang relawan WNI wafat dalam penyerangan kapal kemanusiaan Mavi Marmara tersebut dan tiga lainnya luka-luka. “Seorang WNI dipastikan wafat dan tiga luka-luka,” kata Jose.
Jose mengatakan, informasi tersebut dia peroleh dari media Al Alam, Iran. Jose belum bisa memastikan identitas korban meninggal dan luka-luka tersebut. Dalam kapal Mavi Marmara yang ditembaki Israel sebanyak 12 WNI.
Mavi Marmara adalah satu dari enam kapal Armada Kebebasan (Freedom Flotilla) yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Palestina. Kapal ini diserang tentara Israel di lepas pantai Gaza. Padahal, rombongan ini hanya terdiri dari warga sipil dan masih berada di perairan internasional.(*)

12 WNI di Kapal Mavi Marmara

Dari Sahabat Al Aqsha bekerja sama dengan Hidayatullah
1. Dzikrullah Ramudya
2. Surya Fahrizal
3. Santi Soekanto

Dari relawan MER-C:
1. Nur Fitri Moeslim Taher (Ketua Tim)
2. dr Arief Rachman
3. Abdillah Onim (Logistik dan Penerjemah)
4. Nur Ikhwan Abadi (Insinyur)
5. Muhammad Yasin (Jurnalis TV One)

Dari Kispa:
1. H Ferry Nur (Ketua Kispa)
2. Muhendri Muchtar (Wakil Ketua Kispa)
3. Okvianto Baharudin
4. Hardjito Warno


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: